Monday, 7 April 2014

SATU HARI NANTI, AKU TUNGGU

Kalau boleh,
aku ingin mengetuk rumah kau,
mencempung kau yang berteriak kecil itu
 
dan..

meminta kau
mencintai aku,
menikahi aku,

dan

tetap ada di samping aku.

Tapi aku bukan laki-laki.

Jadi yang aku boleh lakukan hanyalah
duduk manis sambil dengan sabar menanti kalau-kalau
satu hari nanti,

satu hari nanti.


No comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.